Kamis, 16 Mei 2013

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN WORKSHOP


EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD/K

LANGKAH-LANGKAH:
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar dipapan atau ditayangkan lewat OHP
  3. Guru memberi petunjuk atau kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan


PICTURE AND PICTURE

LANGKAH-LANGKAH:
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan materi
  4. Guru menunjukkan/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan/rangkuman


NUMBERED HEADS TOGETHER
(KEPALA BERNOMOR)
(SPENCER KAGAN, 1992)

LANGKAH-LANGKAH:
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan


COOPERATIVE SCRIPT
(DANSEREAU CS, 1985)
Skrip kooperatif, metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar:
-        Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
-        Membantu mengingat/menghafalkan ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
  1. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas
  2. Kesimpulan guru
  3. Penutup


KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
( MODFIKASI DARI NUMBER HEADS )

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai
Misalnya: siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
  1. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka
  2. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain
  3. Kesimpulan


STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD}
TIM SISWA-KELOMPOK PRESTASI
(SLAVIN, 1995)

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campur menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Penutup
  

JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Siswa dikelompokkan kedalam= 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim membaca bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6.  Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup


PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)

PBI memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajaryang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan


ARTIKULASI

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  7. Kesimpulan/penutup


MIND MAPPING

Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat dipapan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data dipapan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru


SNOWBALL THROWING

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 5 menit
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  7. Guru memberikan kesimpulan
  8. Evaluasi
  9. Penutup



BERTUKAR PASANGAN

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya)
  2.  Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
  3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain
  4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka
  5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula


TALKING STIK

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat
  2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
  3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
  4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Evaluasi
  7. Penutup

GROUP INVESTIGATION
(SHARAN, 1992)

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
  2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
  3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
  4. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
  5. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
  6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
  7. Evaluasi
  8. Penutup


EXPLICIT INSTRUCTION
(PENGAJARAN LANGSUNG)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
  3. Membimbing pelatihan
  4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
  5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan


ROLE PLAYING

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjukkan beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran
  5. Memenggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa duduk dikelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan/mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
  8. Masing-masing kelompok meyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
  10. Evaluasi
  11. Penutup
contoh kartu
-        perusahaan ini tanggungjawabnya tidak terbatas
-        dimiliki oleh satu orang
-        struktur organisasinya tidak resmi
-        bila untung dimiliki, diambil sendiri
nah, siapakah aku?
Jawaban : Perusahaan Perseorangan


DEBATE

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
  3.  Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya
  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dai setiap pembicaraan dipapan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  6. Dari data-data dipapan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada tpk yang ingin dicapai


THINK PAIR AND SHARE
(FRANK LYMAN, 1985)

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin diskusi pleno kecil, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 
  5. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup


MAKE - A MATCH
(MENCARI PASANGAN)
(LORNA CURRAN, 1994}

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
  2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
  4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
  7. Demikian seterusnya
  8. Kesimpulan
  9. Penutup





STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
  3. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsepmaupun yang lainnya
  4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajika saat itu
  6. Penutup


COURSE REVIEW HORAY

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi sesuai tpk
  3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
  4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa
  5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban didalam kotak yan nomornya disebutkan guru dan langsung diskusikan, kalau benar (Ö) dan salah diisi tanda (X)
  6. Siswa yang sudah mendapat tanda (Ö) vertikal atau horisontal, atau diagonal harus segera berteriak horay… atau yel-yel lainnya
  7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh
  8. Penutup


COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
(KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS)
(STEVEN & SLAVIN, 1995)

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Mempresentasikan/membaca hasil kelompok
  5. Guru membuat kesimpulan bersama
  6. Penutup
 

INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE
(LINGKARAN KECIL –LINGKARAN BESAR)
OLEH SPENCER KAGAN

“ Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur “

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
  2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran diluar lingkaran pertama, menghadap kedalam
  3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
  4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam ditempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru
  5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya


TEBAK KATA
MEDIA:
-        Buat kartu kartu ukuran 10 x 10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak
-        Buat kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata/istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi/diselipkan di telinga




LANGKAH-LANGKAH:

  1. Jelaskan materi ± 45 menit
  2. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan
  3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau disisipkan di telinga
  4. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya, sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu    10 x 10 cm. Jawaban yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi
  5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belun tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya
  6. Dan seterusnya


KARTU ARISAN
MEDIA :
-        Buat kartu (10 x 10 cm) sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu/kertas berukuran 5 x 5 cm untuk menulis soal
-        Gelas/apa saja

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Bentuk kelompok ± 4 orang secara heterogen
  2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar/kartu soal digulung dan dimasukkan dalam gelas
  3. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh, dibacakan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban
  4. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilahkan tepuk tangan atau yel-yel lainnya
  5. Setiap jawaban yang benar diberi poin satu sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya
  6. Dan seterusnya





WORD SQUARE
MEDIA:
-        Buat kotak sesuai keperluan
-        Buat soal sesuai dengan materi

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Sampaikan materi sesuai kompetensi
  2. Bagikan lembar kegiatan sesuai contoh
  3. Siswa disuruh menjawab soal, kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban
  4. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak
CONTOH:

Soal

  1. Sebelum mengenal uang, orang melakukan pertukaran dengn cara…..
  2. …..digunakan sebagai alat pembayaran yang sah
  3. Uang…..saat ini banyak yang dipalsukan
  4. Nilai bahan pembuatan uang disebut…..
  5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut nilai…..
  6. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut…..
  7. Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai…..
  8. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif…..
  9. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut…..


SCRAMBLE
MEDIA:
-        Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan materi
-        Buat jawaban yang diacak hurufnya

LANGKAH-LANGKAH:
  1. Guru menyajikan materi sesuai TPK
  2. Membagikan lembar kerja sesuai contoh

CONTOH

Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan kata kunci (Jawaban) dari pernyataan kolom A
NO
A
B
1.

2.
3.
4.
5.

6.

7.
8.

9.
Sebelum mengenal  uang, orang melakukan pertukaran dengan cara…..
…..digunakan sebagai alat pembayaran yang sah
Uang…..saat ini banyak dipalsukan
Nilai bahan pembuatan uang disebut…..
Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut dengan…..
Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan mata uang asing disebut…..
Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai…..
Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut moif…..
Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening di Bank untuk membayar sejumlah uang disebut….. 
TARREB/…..

GANU/…..
TRASEK/…..
KISTRINI/…..
LIRI/…..

SRUK/…..

MINALON/…..
SAKSITRAN/…..

KEC/…..



TAKE AND GIVE
MEDIA:
  1. Kartu ukuran ± 10 x 15 cm sejumlah peserta, tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda) dengn kartu lainnya, materi sesuai dengan TPK)
  2. Kartu kontrol sejumlah siswa, contoh nama siswa, sub materi, nama yang diberi
1.
2.
3.dst

LANGKAH-LANGKAH:
  1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya
  2. Jelaskan materi sesuai TPK ± 45 menit
  3. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihafal) lebih kurang 5 menit
  4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu kontrol
  5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing
  6. Untuk mengevalusi keberhasilan, berikan siswa pertanyaaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain)
  7. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai dengan keadaan
  8. Kesimpulan

CONSEPT SENTENSE

LANGKAH-LANGKAH:

  1. Guru menyampaikan tujuan
  2. Guru menyajikan materi secukupnya
  3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen
  4. Menyajikan beberapa kata “kunci” sesuai materi/TPK yang disajikan
  5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat
  6. Hasil diskusi kelompok, didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru
  7. Kesimpulan


























ANAK-ANAKMU (GIBRAN)

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu,
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tidak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi ank-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.


ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA
(DOROTHY L.N)
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan




SETIAP ANAK ITU UNIK
Setiap anak memililki bakat sebagai genius
Namun, Orang Tua/Pendidik sering memusnahkan potensi tersebut

PENGALAMAN
Dapatkah seseorang mengetahui rasanya tomat jika kepadanya hanya ditunjukkan sebuah tomat?
Menyuruh orang makan tomat berarti memberi orang itu sebuah pengalaman.
Kebanyakan orang belajar… pengalaman

PENILAIAN

Pembelajaran Tuntas








 


                     Normal                                                                   Condong






 


Pembelajaran Konvensional







 


                     Normal                                                                Normal


ASUMSI ACUAN PENILAIAN
Acuan Norma:
-        Kemampuan orang berbeda
-        Tes harus bisa membedakan orang
-        Parameter butir: tingkat kesulitan dan daya beda
-        Hasil penilaian dibandingkan dengan kelompoknya

Acuan Kriteria:
-        Semua orang bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan berbeda
-        Parameter: tingkat pencapaian dan indek sensitivitas
-        Standar hasil ditentukan terlebih dahulu
-        Hasil penilaian lulus dan tidak lulus



AKTIVITAS BELAJAR
1. Kegiatan Visual
-        Membaca
-        Melihat gambar
-        Mengamati
-        Demonstrasi
-        Menelaah
2. Kegiatan Lisan
-        Mengemukakan
-        Menghubungkan
-        Mengajukan pertanyaan
-        Diskusi
-        Wawancara
-        Menjelaskan
3. Kegiatan Mendengarkan
-        Mendengarkan penyajian bahan
-        Mendengarkan berita, ceritera
4. Kegiatan Menulis
-        Ceritera
-        Laporan
-        Karangan
-        Rangkuman
-        Tes
-        Angket
5. Kegiatan Menggambar
-        Grafik
-        Bahan
-        Peta
6. Kegiatan Matrik
-        Melakukan Percobaan
-        Membuat model, laporan
-        Menari
7. Kegiatan Mental
-        Mengingat
-        Memecahkan masalah
-        Menganalisis
-        Mengidentifikasi

8. Kegiatan Emosional
-        Tenang
-        Marah
-        Gembira
-        Berani


PRINSIP PENILAIAN OTENTIK
-        Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran
-        Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan masalah sekolah
-        Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan kriteria yang sesuai dengan pengalaman belajar
-        Penilaian harus bersifat holistik (kognitif, afektif, dan psikomotor)

PENILAIAN
-        Tes tertulis
-        Tes praktek (Performance Assessment)
-        Observasi (Aktivitas siswa dalam kelompok)
-        Afektif, minat, motivasi (skala sikap)

KREATIVITAS
-        Merupakan suatu proses
-        Berkembang atas dasar interaksi individu dengan lingkungannya
-        Keunikan pribadi
-        Kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berfikir
-        Perlu dikembangkan sejak dini: di rumah dan di sekolah (lingkungan yang kondusif)
-        Perlu latihan teratur dan terus-menerus
-        Perlu penghargaan dari diri sendiri dan lingkungan
-        Keterbukaan terhadap pemberian kritik dan gagasan-gagasan baru

GURU PROFESIONAL
  1. Merasa terpanggil untuk menjadi seorang guru
  2. Memiliki kepribadian yang matang
  3. Memilki kemampuan khusus untuk melakukan pendekatan kepada anak:
-     Mengenal                       
-     Menerima
-     Memahami
-     Mengasihi
(Setiap anak adalah “Unik”)
  1. Bagaimana caranya agar setiap anak dapat :


-        Berkembang dengan wajar?
-        Memiliki spontanitas?
-        Memiliki kepedulian terhadap lingkungan?
-        Memecahkan masalahnya
-        Mandiri, percaya diri?

Kemampuan Berpikir dan Bersikap Kreatif

  1. Seorang guru harus memiliki dan mampu mengembangkan kemampuan tersebut;  era globalisasi dalam bidang informasi (TV, Musik, Bacaan, Permainan)
  2. Merupakan pemicu bagi kemampuan berpikir dan bersikap kreatif anak
  3. Rasa ingin tahu anak, mengajukan berbagai pertanyaan:
-        Jawaban kreatif, tidak konvensional
-        Mengarahkan anak untuk melakukan berbagai kegiatan, kreatifitas, produktif, dan positif
  1. Setiap orang mempunyai potensi kreatif, ia perlu menyadarinya dan mengembangkannya
  2. Potensi kreatif dengan porsi yang berbeda-beda, dan bidangnya yang berbeda pula

MENGAJAR KREATIF
-        Terkait dengan peran guru sebagai fasilitator dan motivator
-        Pengaturan ruang belajar
-        Posisi duduk
-        Kesibukan dan keributan dalam kelas, diarahkan untuk menunjang berkembangnya suatu proses kreatif
-        Strategi/metode mengajar kreatif, antara lain:
-        Teknik bertanya
-        Ceritera yang belum selesai
-        Bermain peran
-        Pengenalan lingkungan
-        Diskusi
-        Pembahasan kasus
-        Inkuiri-diskoveri  


LATIHAN KREATIF
-        Jelaskan alasan mengapa pekerjaan mental jauh lebih berat daripada pekerjaan fisik?
-        Sebutkan 5 macam kebiasaan yang paling membatasi kreatifitas anda?
-        Mengapa kreatifitas tidak mudah untuk didefinisikan?
-        Sebutkan 5 kata yang artinya berlawanan dengan kreativitas?
-        Hal-hal apa yang anda lihat disekitar anda yang menunjukkan bahwa manusia itu makhluk kreatif?
-        Apa yang anda lakukan seandainya anda tersesat di hutan?

PENGERTIAN BAKAT
-        Kemampuan yang sifatnya “inherent” dalam diri seseorang, dibawa sejak lahir dan terikat dengan struktur otak
-        Kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan dilatih
-        Kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan/ketrampilan yang bersifat umum atau bakat khusus

MANUSIA
1. Minat
Kecenderungan dan fokus perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dalam melakukan aktifitas tertentu
2. Bakat
Kemampuan “inherent” dalam diri seseoran yang dibawa seseorang sejak lahir
3. Kemampuan
Daya untuk melakukan suatu tindakan
4. Kreativitas
Kemampuan cipta, karsa dan dapat menciptakan sesuatu yang baru

CIRI-CIRI ANAK BERBAKAT
1.     Membaca usia muda dan lebih cepat
2.     Kosakata luas, orisinalitas dalam ungkapan verbal
3.     Rasa ingin tahu besar, banyak gagasan dan luwes dalam berpikir
4.     Minat luas, termasuk dalam masalah orang dewasa
5.     Inisiatif, dapat bekerja sendiri
6.     Terbuka terhadap rangsangan lingkungan
7.     Berpikir kritis, pengamatan tajam
8.     Senang mencoba hal yang baru dan menantang
9.     Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah
10. Daya ingat dan imajinasinya kuat
11. Tidak cepat puas dengan prestasinya
12. Menginginkan kebebasan dalam gerak dan tindakan

KUALIFIKASI GURU
1.     Paham terhadap diri sendiri
2.     Mampu menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan bakat anak
3.     Sebagai fasilitator dalam belajar
4.     Memberikan tantangan daripada tekanan
5.     Lebih memperhatikan proses belajar
6.     Menyediakan beberapa alternatif strategi belajar

Mengapa Siswa Mengalami Underachiever?
-        Kurang adanya kesempatan
-        Kurang motivasi
-        Kurang ketrampilan
-        Konsep diri yang negatif




POTRET KBM

PERUBAHAN YANG DIHARAPKAN


ASPEK
DARI
KE
Peran guru
Mendominasi kelas (berpusat pada guru)
-        inisiatif
-        informasi
-        pertanyaan
-        penugasan
-        umpan balik
-        penilaian
Guru menjadi manajer/fasilitator pembelajaran
-        inisiatif bisa dari guru
-        sumber informasi bervariasi
-        siswa mengajukan pertanyaan
-        siswa kadang memilih tugas
-        umpan balik dari teman sebaya
Perlakuan terhadap siswa
Siswa dianggap sama
-        melakukan kegiatan yang sama
-        maju bersama
-        tingkat kesukaran sama
-        PR yang sama

Melayani perbedaan perseorangan
-        bisa melakukan kegiatan yang berbeda
-        maju sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing
-        tingkat kesukaran disesuaikan dengan kemampuan siswa
-        PR tidak harus sama
Pertanyaan
95% dari guru
-        jenis pertanyaan ingatan/fakta
-        pertanyaan tertutup
-        satu jawaban benar
-        dijawab dengan koor
-        jawaban ringkas
-        yang tersurat
-        lower order
Pertanyaan dari guru/siswa
-        jenis pertanyaan bervariasi
-        pertanyaan terbuka
-        pertanyaan produktif
-        pertanyaan penelitian
-        problem solving
-        jawaban terurai
-        jawaban berbeda-beda

Latihan
-        latihan kurang
-        jumlah soal terlalu sedikit
-        tugas sekali jadi
-        anak menunggu giliran
-        kurang menantang
-        latihan lebih intensif
-        jumlah soal memadai
-        draft 1, pertanyaan 1, perbaikan 2
-        setiap anak mendapat kesempatan
-        lebih menantang
-        tuntutan tinggi
-        anak lebih produktif
-        hasil karya anak dipajang
Interaksi
-        satu arah (G ® S)
-        pelatih volley ball
-        G ® S
-        S ® G
-        S ¬ ® S
-        S ¬ ® orang dewasa
-        S ¬ ® sumber
Sumber belajar
-        guru
-        buku
-        guru
-        siswa
-        buku
-        perpustakaan
-        media
-        alam sekitar
-        nara sumber
-        lingkungan
Alat bantu
-        “ talk and chalk
-        alat kurang banyak digunakan
-        alat sederhana
-        barang bekas
-        buatan sendiri
-        pemanfaatan kit
-        model
-        bagan, dsb
Variasi kegiatan
-        mengikuti buku
-        kurang bervariasi
-        monoton
-        mencari informasi
-        menemukan sumber informasi
-        menyaring informasi
-        memanfaatkan informasi
-        menyatakan pendapat, pengalaman, perasaan
-        membuat model
-        melakukan percobaan
-        melakukan pengamatan
-        melaporkan
-        menganalisa, dsb
Pengelolaaan kelas
-        klasikal
-        individual
-        klasikal
-        individual
-        berpasangan
-        kelompok kecil
-        kelompok besar
Variasi penilaian
-        tes formal
-        tes formal
-        tes informal
-        semua domain
-        portofolio
-        penilaian sesama siswa
-        penilaian diri
-        umpan balik


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar